Logo PotretSulsel.com

Tidak Takbir 7 Kali Saat Imam Salat Id di Karebosi, Ini Penjelasan KH Hasan Basri

15 Juni 2018 - 9.594 views

A A A

Reading Time: 2 minutes
Ket. Foto:
KH Hasan Basri (baju putih, kopiah hitam) saat menyerupuk kopi di Warkop Gondrong, Jl Tinumbu Makassar, Jum’at (15/6/2018).

POTRETSULSEL, MAKASSAR – Setelah menunaikan amaliah Ramadan selama sebulan penuh, Umat Muslim di seluruh dunia gegap gempita menyambut datangnya Hari Raya Idul fitri 1439 H.

Momen Idul fitri atau Lebaran adalah momen merayakan kemenangan dan silaturahmi. Saling bermaafan dan bersama-sama menyambut momentum kemenangan adalah salah satu tujuan Idul fitri.

“Menyambut lebaran 2018, Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1439 H, tidak lengkap rasanya jika belum bermaafan,” kata Imam Besar Masjid al Markas Makassar, Drs. KH. Hasan Basri sambil duduk menikmati segelas kopi bersama kerabat di Warkop Gondrong, Jl Tinumbu Makassar, Jum’at (15/6/2018).

Di sela canda dan tawa beberapa kerabat menanyakan tetang informasi yang beredar mengenai dirinya usai memimpin shalat idul fitri di Lapangan Karebosi Makassar. Ia menyatakan kejadian itu benar dan dirinya mengakui khilaf terkait kejadian tersebut.

Diketahui sebelumnya, Imam Besar Masjid Al Markaz Makassar ini memimpin salat idul fitri di Lapangan Karebosi Makassar, dan lupa takbir 7 kali di rakaat pertama. Dan itu menjadi viral di media sosial, bahkan tidak sedikit netizen mempertanyakan keabsahan salat id yang dihadiri PJ Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono dan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

“Masalah yang seperti ini lumrah terjadi, dan murni tidak ada unsur kesengajaan. Dan lucu kalau yang seperti ini dipersoalkan. Apalagi ditinjau dari segi fiqih kejadian ini tidak sampai membatalkan shalat. Sering sekali terjadi kejadian seperti ini, di negara yang notabene menganut sistem hukum Islam saja biasa terjadi,” ungkap KH Hasan Basri.

Ia juga menyampaikan, kejadian ini mengandung hikmah yang besar karena kemudian banyak orang yang tahu bahwa kejadian ini lumrah dan bisa saja terjadi dan tidak sampai membatalkan shalat, karena kedudukan hukumnya Sunnah.

“Kalau ada yang bertanya kenapa saya tidak melakukan sujud sahwi, itu karena bukan merupakan wajibnya salat tetapi kedudukannya adalah sunnah, sehingga tidak perlu untuk sujud sahwi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya dirinya kurang berminat untuk menanggapi berita yang viral tersebut, namun karena sudah banyak komentar dan informasi yang disampaikan netizen tentang hal tersebut maka dirinya merasa perlu memberikan penjelasan.

“Melalui (berita) ini, Saya memohon maaf atas tersebut. Sebagai manusia biasa tentunya saya juga tidak lupuk dari dosa dan kekhilafan, mudah-mudahan ini ada hikmahnya buat saya dan seluruh umat Islam,” tutupnya.

Reporter: Marwan
Editor: Eno’
Tags:

Categorised in: ,


© PotretSulsel.com 2018 - Powered By: Anak Daeng