Logo PotretSulsel.com

Diskorsing, 2 Mahasiswa Fakultas Hukum Siap Perkarakan di Pengadilan

9 Maret 2018 - 308 views

A A A

Reading Time: 2 minutes
Ket. Foto:
Surat skorsing mahasiswa fakultas hukum UMI.

POTRETSULSEL, MAKASSAR – 2 Mahasiswa fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang mendapat sanksi skorsing selama dua semester ternyata siap memperkarakan kasus tersebut hingga ke pengadilan.

Dua mahasiswa Fakultas Hukum UMI tersebut adalah Fikram Maulana angkatan 2014 dan Andi Fajar Agus Gunawan angkata 2015. Ke duanya di skorsing atas tuduhan melanggar Tata Tertib Kampus sesuai dengan surat skorsing yang ditandatangani langsung oleh Syarif Nuh.

Kesiapan memperkarakan secara hukum tersebut diungkapkan oleh Fikram Maulana, Jumat (9/3/2018). Fikram membeberkan, jika Dekan Fakultas Hukum UMI telah melakukan tindakan kekerasan akademik.

“Surat skorsing tersebut adalah wujud dari tindakan kekerasan akademik dan pembungkaman demokrasi, sebab dalam UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi pasal 63 butir (b) ‘’Transparansi”, sejalan dengan aksi tuntutan kami yaitu menuntut transparansi anggaran kemahasiswaan sebagaimana yang tertuang dalam UU No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik pasal 9 ayat (1), (2) dan (3),” tegas Fikram Maulana.

Fikram berpendapat, jika pihak Fakultas Hukum UMI harusnya terlebih dahulu memberikan surat Peringatan Sanksi, jika memang aksi yang dilakukan benar-benar merupakan sebuah pelanggaran.

“Seharusnya Dekan Fakultas Hukum UMI memberikan surat peringatan jika aksi yang kami lakukan adalah bentuk pelanggaran sebagaimana yang diatur dalam Peraturan No.1 Tahun 2016 Tentang Ketentuan Pokok Kemahasiswan sebelum memberikan sangksi skorsing,” tutur Fikram.

Sementara, bagi Agus Fajar Gunawan juga mempertegas, bahwa yang melakukan pelanggaran adalah pihak Birokrasi Fakultas Hukum UMI.

“Maka jelaslah sudah bahwa pihak birokrasilah yang telah melakukan pelanggaran,” ucap Andi Fajar Agus Gunawan.

“Kami siap membawa kasus ini ke jalur hukum karna setelah di kaji kami melihat ada kejanggalan, dan terkesan memaksa pihak fakultas dalam mengeluarkan SK ini,” sambung Fikram.

Sedangkan, untuk kepastian waktu kapan akan melaukan laporannya perihal sengketa surat skorsing tersebut, pihak Fikram dan Agus memilih diputuskan setelah pertemuan mereka dengan sejumlah kelompok mahasiswa yang lain.

“Untuk kepastiannya itu, setelah pertemuan dengan beberapa organ dan lama konslidasi,” tutup Fikram.

Sebelumnya, pihak Fakultas Hukum UMI, melalui Humas UMI Nurjannah Abna menuturkan, jika saat Demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum UMI dengan tuntutan transparansi anggaran kampus di Fakultas Hukum pada Kamis 1 Maret 2018 lalu telah mendapat respon dari pihak fakultas.

Jannah, sapaanya, menuturkan, jika saat itu juga pihak WD III Fakultas Hukum UMI telah mengundang para aksi massa demonstran untuk berdialog di ruangan Aula Hidjaz Fakultas Hukum UMI.

“Jadi saya tadi cerita dengan pak WR 3, jadi begini ini kan demo di dalam kampus, demonya itu di dalam fakultas, demo internal, sebenarnya dia kategori mengganggu, jadi WD III ini undang yang demo untuk bicara di Aula Fakultas Hidjaz untuk bicara sekaligus memberikan penjelasan,” ungkap Nurjannah Abna melalui panggilan Whats Up, Kamis (8/3/2018) kemarin. (*)

Editor: Eno’
Tags: ,

Categorised in: , ,


© PotretSulsel.com 2018 - Powered By: Anak Daeng