MENU

Segera di Verifikasi Faktual, Ini Penyebab Dukungan ke IYL-Cakka Bisa Batal

Desember 6, 2017 1:36 pm - 895 views
Ket. Foto:
Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir (tengah) saat menjadi pembicara dalam Diskusi Publik Peluang dan Tantangan Calon Perseorangan Di Pilgub Sul-Sel 2018, di Warkop Phoenam Panakukkang, Jl Boulevard Makassar, Rabu (6/12/2017).

POTRETSULSEL, MAKASSAR – Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir mengungkapkan bahwa petugas verifikasi faktual akan menemui satu per satu masyarakat yang telah menyerahkan dukungannya kepada pasangan IYL-Cakka.

“Jadi sistem kita sensus, bukan sampel. Semuanya akan ditemui oleh petugas untuk dikonfirmasi langsung dukungannya,” kata Faisal, saat ditemui di Warkop Pheonam usai diskusi Diskusi Publik Peluang dan Tantangan Calon Perseorangan di Pilgub Sul-Sel 2018 Jalan Topaz, Makassar, Rabu (6/12/2017).

Mantan Ketua KPUD Takalar itu juga mengungkapkan beberapa hal yang dapat membuat dukungan dianggap tidak sah saat verifikasi faktual. Jika dilihat dari status pemberi dukungan, kata Faisal, berkas dukungan dari PNS, Polri dan TNI otomatis akan dicoret.

“Kalau ketahuan PNS, Polisi dan TNI tidak perlu ditanya lagi, langsung Kita coret,” ujarnya.

Selain itu kata Faisal, jika ditemukan pemilik identitas tersebut telah meninggal dunia, pindah domisili atau tidak berdomisili di desa yang diverifikasi secara otomatis juga akan dicoret.

Lebih jauh kata Ical sapaannya, dukungan yang berasal dari penyelenggara pemilu seperti anggota KPU, PPK, PPS dan semua unsur penyelenggara juga otomatis dicoret.

“Ini memang kadang agak sulit. Tapi kalau ada yang temukan, silakan dilapor. Kita akan langsung coret dan tentunya penyelenggara itu akan diberi sanksi,” tegasnya.

Terakhir kata Ical, saat verifikasi berlangsung, setiap orang yang telah memberikan dukungan didatangi oleh petugas dan akan ditanya langsung perihal kebenaran berkas dukungan yang telah disetor.

“Tapi kalau orang itu bilang tidak pernah mendukung atau bukan dia, maka orang yang bersangkutan harus menandatangani format tidak mendukung yang telah disiapkan oleh KPU. Tapi kalau dia tidak mau menandatangani, berarti dianggap tetap mendukung,” jelasnya.

Reporter: Andih
Editor: Eno’


BERANDA
NASIONAL NEWS PENDIDIKAN SPORT
POLITIK AGAMA TEKNO OPINI