Logo PotretSulsel.com

PEMUDA HEBAT TANPA SEKAT

12 Juli 2017 - 1.041 views

A A A

Reading Time: 2 minutes


Penulis:
Akbar Hadi
(Bakal Calon Ketua KNPI Kota Makassar)

Jika ingin melihat masa depan sebuah bangsa maka lihatlah bagaimana prilaku anak-anak mudanya, laki-laki maupun perempuannya. Bila pemudanya sehat, pandai, cerdas, percaya diri, penuh semangat, berintegritas dan berakhlak mulia. Maka insya Allah negara itu akan cepat maju dan berkembang, sehingga tercapailah cita-cita untuk kemakmuran rakyatnya.

Sejarah telah membuktikannya. Bagaimana pemuda memegang peranan penting di sebuah negara. Contoh saja Soekarno muda dan rekan sejawatnya yang mampu mengeluarkan Indonesia dari lingkaran penjajahan yang berujung pada lahirnya Proklamasi 17 Agustus 1945.

Perjuangan pemuda pada waktu itu tentu dilatarbelakangi karena adanya penderitaan yang sama. Meski mereka dari berbagai latar kelompok yang berbeda baik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), mereka bersatu demi merebut kebebasan dan kemerdekaan.

Oleh sebagian besar orang, SARA terkadang dianggap sebuah sekat. Sekat yang mengungkung nalar dan mempengaruhi sikap dalam berprilaku dengan sebagian besar manusia lain. Sehingga jauh dari nilai-nilai keberagaman yang diperintahkan Allah Swt melalui kalimat sucinya yang berbunyi, “Sesungguhnya kuciptakan kalian bersuku-suku, berbangsa-bangsa untuk saling kenal mengenal”.

Adalah menjadi tugas kita semua, apalagi para anak-anak muda untuk mengkampanyekan dan menguatkan keberagaman itu. Dalam falsafah Bugis-Makassar dikenal istilah “Sipakatau, Sipakainga, Sipakalebbi, Siparappe, Sipatokkong”.

Falsafah tersebut Memiliki nilai filosofis yang indah, yang maknanya bermuara pada persatuan dan kesatuan. Persatuan dan kesatuan bangsa berarti mengenyampingkan jauh-jauh sekat-sekat perbedaan itu, atau bila dihubungkan ke negara maka labuhnya adalah Ideologi Pancasila.

Karena Pemuda adalah para penerus bangsa ini. Maka dia harus menjadi hebat. Hebat yang berarti memiliki kualitas, kredibilitas, integritas, dan semangat muda sebagaimana perintah Pancasila. Itu harus menjadi pondasi yang kokoh untuk bisa membuat bangsa dan negara ini tetap tegak berdiri dan siap menghadapi serbuan serangan para pembencinya.

Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau akrab dipanggil Gus Dur pernah bilang; “Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptaNya Merendahkan dan menistakan manusia, Berarti merendahkan dan menistakan penciptaNya”.

Bila para anak-anak muda mampu menghayati petuah itu dan mengamalkannya maka layaklah ia digelari sebagai PEMUDA HEBAT.

Editor: ARH
Tags:

Categorised in: ,


© PotretSulsel.com 2018 - Powered By: Anak Daeng